lewati ke konten

kenapa?

kita generasi pertama yang tumbuh di tengah banjir konten tanpa henti. film, game, buku, lagu, serial — pas umur 25, kamu udah mengonsumsi ribuan karya. sebagian besar membentuk siapa kamu. tapi teman-temanmu — bahkan yang paling deket sekalipun — nggak punya cara buat liat itu, selain gonta-ganti 5 layanan sekaligus buat ngintip koleksimu.

coba tanya siapa aja soal 10 karya favorit mereka, dan liat mereka kebingungan, soalnya jawabannya terkubur di bawah tumpukan antrian streaming selama sepuluh tahun, koleksi steam yang udah tamat, playlist yang setengah keinget, dan buku yang mau ditandain tapi nggak jadi.

makanya kami bikin sebuah dokumen. sesuatu yang bilang, di satu tempat: ini yang membentuk aku. kami namain passport karena memang itulah dia — identitas selera kamu.